Acara Peluncuran Jataka Vol. III & V edisi Bahasa Indonesia dan Konser Amal oleh Daniel Yeo cs (Singapura) diadakan pada hari Minggu, 23 Maret 2008 bertempat di Aula Utama Wisma Benteng Medan. Acara ini dihadiri 800 orang diantaranya tokoh Buddhis, guru agama, muda-mudi Vihara baik yang berasal dari maupun luar Medan. Acara dimulai dengan pemutaran slide Indonesia Tipitaka Center serta animasi Jataka versi Bahasa Indonesia kemudian dilanjutkan dengan persembahan Puja, pembacaan ayat-ayat suci Dhammapada oleh PMV Borobudur, pembacaan doa oleh Y.M. Bhikkhu Pannasami, diikuti dengan penyerahan buku Jataka III & V serta Vinaya Pitaka vol. I edisi Revisi secara simbolis dari Komisaris ITC, Bp. Satyawira Tju Chang Seng, S.E. kepada Y.M. Bhikkhu Jinadhammo Maha Thera yang dilanjutkan dengan pemukulan gong serta penyerahan buku Jataka yang telah resmi dirilis kepada tokoh-tokoh agama Buddha di Sumatera Utara, seperti:Bp. P.Md. Dhammaraja Rudi Hardjon,S.H.,S.Ag. , Bp. Darsono, S.Ag. , Bp.Densi Ginting,S.Ag., Bp. Benget Simanjuntak, S.Ag. , Bp. Nasrun. Selain itu juga diserahkan kepada Romo Mohandas, Ibu Susiani Intan, dan Bp. Johnson Min. Setelah itu acara dilanjutkan dengan tarian pembuka “Cen Fak Ming Ru Lai” dari Vihara Buddha Paduma Binjai, tarian “Na Nu Wa Qing Ge” dari GAB Metta Jaya Medan. Sebelum operet Musikal Come&See 2, Mom Handaka Vijjananda dari Ehipassiko Foundation mempromosikan buku “SUPER POWERFUL MINDFULNESS” karangan AJAHN BRAHM. Acara operet musikal juga diselingi dengan persembahan lagu oleh teman-teman dari Singapura (D-Kidz) yg terdiri dari: DANIEL YEO, CHIA SUE ANN, dan GINA Lim. Para hadirin sangat terhibur dan terlihat antusias ketika lagu Come & See 2 dinyanyikan, terutama saat lagu Happy Birthday menyambut ULTAH ITC yg ke- 5. Semua penonton berdiri sambil melambaikan tangan, sungguh terhanyut dalam suasana. Pada Akhir acara diadakan sesi foto bersama dan tanda tangan buku oleh Mom Handaka n Daniel Yeo. Sukses perjuangan marathon ITC dalam memenuhi kebutuhan umat Buddha INDONESIA pantas diacungi jempol mengingat segala keterbatasan yang dihadapi dalam operasionalnya.

Kembali ke Awal

Iklan